suarasumbawa.com – Investasi emas semakin mendapat perhatian masyarakat karena dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Selain membeli emas fisik, investor kini dapat memanfaatkan instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kepala Wilayah BEI Nusa Tenggara Barat (NTB) Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan emas memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan aset investasi lainnya.
Menurut dia, masyarakat secara historis menggunakan emas sebagai penyimpan kekayaan, alat tukar, sekaligus instrumen lindung nilai. Keterbatasan ketersediaan emas di alam juga membuat logam mulia tersebut memiliki nilai ekonomi.
“Investasi emas bukan untuk jadi kaya dalam satu malam, tapi untuk menjaga wealth dalam jangka panjang,” kata Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana.
Emas Jadi Salah Satu Instrumen Diversifikasi
Gusti Bagus mengatakan emas memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi investasi.
Emas dapat berperan sebagai lindung nilai ketika terjadi kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi. Masyarakat di berbagai negara juga memperdagangkan emas sebagai aset global yang telah digunakan untuk menyimpan nilai selama ribuan tahun.
Investor dapat menempatkan emas sebagai salah satu bagian dari portofolio. Strategi tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis aset ketika pasar mengalami tekanan.
Kondisi pasar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penurunan harga saham, perubahan imbal hasil obligasi, inflasi, suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengelola portofolio.
Gusti Bagus menekankan bahwa setiap instrumen investasi memiliki karakteristik masing-masing. Saham cenderung berorientasi pada pertumbuhan dalam jangka panjang. Obligasi dapat memberikan stabilitas dan pendapatan. Sementara itu, harga emas dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan faktor global.
Harga Emas Dunia Menguat
Pergerakan harga emas dunia dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi perhatian investor. Pada periode 2017 hingga 2023, harga emas bergerak pada kisaran sekitar 1.000 hingga 2.000 dolar AS per ons.
Pergerakan harga tersebut kemudian berubah sejak 2024. Harga emas mengalami penguatan dan mencatat sejumlah rekor baru pada 2025.
Kondisi tersebut turut meningkatkan perhatian investor terhadap emas sebagai salah satu aset yang digunakan untuk menghadapi ketidakpastian pasar.
Meski demikian, investor tetap perlu memahami bahwa kenaikan harga pada masa lalu tidak menjadi jaminan terhadap kinerja harga pada masa mendatang.
ETF Emas Bisa Diperdagangkan di BEI
Perkembangan instrumen investasi memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui pasar modal.
Salah satunya melalui ETF Emas. Produk tersebut merupakan reksa dana yang diperdagangkan di BEI dengan emas sebagai aset dasar atau underlying.
Berbeda dengan reksa dana pada umumnya, ETF dapat diperjualbelikan melalui mekanisme perdagangan di bursa. Investor dapat melakukan transaksi melalui platform perdagangan saham yang digunakan untuk berinvestasi di pasar modal.
ETF Emas tersebut menggunakan emas fisik sebagai aset dasar atau physical backed. Produk itu juga dirancang untuk mereplikasi pergerakan imbal hasil dari emas yang menjadi underlying.
Instrumen tersebut menawarkan sejumlah kemudahan, termasuk efisiensi penyimpanan karena investor tidak perlu menyimpan emas fisik secara langsung. Produk ETF Emas juga memiliki standar kemurnian emas yang terukur dan didukung dealer partisipan untuk menjaga likuiditas perdagangan.
Cara Membeli ETF Emas
Gusti Bagus mengatakan investor yang telah memiliki rekening investasi di pasar modal dapat membeli ETF Emas melalui platform perdagangan yang biasa digunakan.
“Investor pasar modal yang sudah memiliki akun investasi cukup membuka platform trading untuk membeli ETF Emas dan bertransaksi seperti membeli saham. Khusus ETF Emas, investor dapat mengenali kodenya dari huruf awal X,” ujarnya.
Dengan adanya ETF Emas, masyarakat memiliki pilihan untuk berinvestasi pada emas tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.
Namun, investor tetap perlu memahami karakteristik produk, risiko, biaya, serta mekanisme perdagangan ETF sebelum melakukan transaksi.
Pemahaman tersebut penting agar keputusan investasi disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor.






