Jasa Raharja Pastikan Perlindungan Maksimal bagi Para Pemudik di Penyeberangan Merak–Bakauheni

suarasumbawa.com – Pergerakan jutaan pemudik Idulfitri 2026 di Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni menuntut kesiapan yang menyeluruh dan terintegrasi. Untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal, Jasa Raharja turut ambil bagian dalam kegiatan Survei Pelabuhan Merak–Bakauheni dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum., serta diikuti Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Operasional Ariyandi, dan para pemangku kepentingan terkait.

Bacaan Lainnya

Survei dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Jakarta menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan di sejumlah titik, yakni Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan WIKA Beton.

Selanjutnya, rombongan melakukan survei ke Pelabuhan Indah Kiat, Banten, termasuk Pelabuhan BBJ Bojonegoro hingga Pelabuhan Pelindo Ciwandan.

Kehadiran Jasa Raharja dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sebagai BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan sistem transportasi nasional, khususnya pada jalur penyeberangan Merak–Bakauheni yang menjadi salah satu lintasan terpadat saat arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kesiapan pelabuhan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa survei dilakukan sepanjang hari bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemantauan udara hingga peninjauan langsung di lapangan.

Kesiapan pelabuhan dinilai cukup baik, termasuk adanya penambahan Pelabuhan Sumur Makmur Abadi di Lampung serta peningkatan fasilitas sandar dan armada kapal di Pelabuhan BBJ dan Ciwandan.

Agus menambahkan, seluruh persiapan tersebut akan terus dievaluasi guna mewujudkan tagline “Mudik Aman, Warga Bahagia” sesuai arahan Kapolri. Menurutnya, kehadiran seluruh pihak bertujuan memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman sejak keberangkatan hingga kembali ke tujuan dengan selamat.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan tiga fokus utama Jasa Raharja pada Operasi Ketupat 2026.

Pertama, memastikan seluruh pelintas mudik Lebaran, baik pada arus berangkat maupun arus balik, terlindungi dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan fatalitas kecelakaan. Ketiga, memastikan kecepatan respons dalam penanganan santunan bagi korban kecelakaan.

Awaluddin juga mengungkapkan bahwa selama periode Angkutan Lebaran tahun ini Jasa Raharja menjalankan program Zero Pending Claim, yakni memastikan tidak ada klaim santunan yang tertunda.

Seluruh proses didorong agar dapat diselesaikan secara cepat sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.

Data di lapangan menunjukkan volume pelintas, khususnya kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan, pernah mencapai lebih dari 100 ribu unit pada periode mudik sebelumnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius seluruh stakeholder, termasuk petugas Jasa Raharja yang bersiaga di titik-titik strategis guna memperkuat pelayanan publik dan memastikan akses asuransi kecelakaan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Sebagai BUMN yang mengemban mandat perlindungan dasar, Jasa Raharja tidak hanya menjamin santunan bagi korban kecelakaan, tetapi juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan berkendara, integrasi data kecelakaan, serta kolaborasi lintas sektor.

Langkah tersebut merupakan wujud komitmen menghadirkan pelayanan prima, khususnya pada periode Idulfitri saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan.

Melalui survei ini, seluruh pihak memastikan kesiapan infrastruktur, manajemen rekayasa lalu lintas, serta dukungan armada kapal dan fasilitas sandar guna mengantisipasi lonjakan pemudik.

Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menekan potensi kepadatan dan risiko kecelakaan sekaligus memperkuat rasa aman masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *